Jangan Asal Copas, Masyarakat Harus Selektif dengan Info di Medsos

Gibran Maulana Ibrahim – detikNews

Jakarta – Informasi-informasi melalui media sosial (medsos) sering kali bermunculan di masyarakat dan tentu saja belum teruji kebenarannya. Meski demikian, masyarakat harus bisa memilah-milah informasi dari medsos tersebut.

“Sekarang betapa mudah sekali kita copy paste (copas) informasi,” ujar Sekretaris Pembina Kader Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Faiz Ramli dalam diskusi di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Faiz menyayangkan, sikap masyarakat yang langsung menyebarkan informasi tanpa dicari tahu kebenarannya. Bahkan dari penyebaran informasi yang belum tentu benar tersebut seseorang yang tadinya bukan ustad dapat menjadi ustad ‘dadakan’.

“Repotnya misalnya kalau saya iseng kutip-kutip kata mutiara dan saya tulis itu adalah (dari) HR Bukhori maka akan disebut HR Bukhori,” kata Faiz.

Foto: Pemuda Muhammadiyah Bicara Etika Komunikasi Publik (Gibran Maulana/detikcom)
Foto: Pemuda Muhammadiyah Bicara Etika Komunikasi Publik (Gibran Maulana/detikcom)

Masyarakat, lanjut Faiz, secara tidak sadar juga sering mengutip informasi dari situs ‘abal-abal’. Bahkan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi kerap mengutip dari situs ‘abal-abal’ itu.

Sementara itu Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar mengatakan, komunikasi publik masyarakat tidak terbendung jumlahnya. Karena itu muncul akun-akun di medsos yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kesempatan ini Dahnil mengingatkan agar semua tokoh politik menjaga lisan. “Kita harus terus mengingatkan melalui diskusi ini semua tokoh politik dan agama agar lisannya jangan ceroboh, ugal-ugalan,” tutur Dahnil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.